what is architectural framework of e commerce

0Shares

Framework arsitektur e-commerce adalah struktur konseptual yang digunakan untuk mendesain dan mengembangkan sistem dan aplikasi e-commerce. Ini adalah kerangka kerja yang mengatur bagaimana komponen-komponen utama e-commerce akan saling berinteraksi dan berintegrasi untuk mencapai tujuan bisnis.

Ada beberapa jenis kerangka kerja arsitektur e-commerce yang umum digunakan, di antaranya:

1. Kerangka Kerja Berorientasi Layanan (Service-Oriented Architecture/SOA): Kerangka kerja ini memisahkan fungsi-fungsi bisnis menjadi layanan-layanan yang dapat digunakan oleh berbagai sistem dan aplikasi e-commerce. Setiap layanan memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas, dan dapat dikonsumsi oleh sistem lain melalui antarmuka yang ditentukan. Hal ini memungkinkan fleksibilitas dan modularitas dalam pengembangan dan integrasi sistem e-commerce.

2. Model-View-Controller (MVC) Architecture: Kerangka kerja ini membagi aplikasi e-commerce menjadi tiga komponen utama: Model, View, dan Controller. Model mengelola data dan logika bisnis, View menangani tampilan antarmuka pengguna, dan Controller mengatur alur logika antara Model dan View. Pendekatan ini memungkinkan pemisahan yang jelas antara logika bisnis dan tampilan pengguna, sehingga mempermudah pengembangan dan pemeliharaan aplikasi e-commerce.

3. Kerangka Kerja Berorientasi Layanan Web (Web Services Oriented Architecture/WSOA): Kerangka kerja ini menggunakan layanan web untuk mengintegrasikan sistem-sistem e-commerce. Layanan web merupakan metode komunikasi antara aplikasi yang berbeda menggunakan protokol web standar seperti HTTP. Dengan menggunakan kerangka kerja ini, berbagai sistem dan aplikasi e-commerce dapat saling berkomunikasi dan berbagi data dengan mudah.

4. Komponen Berorientasi Arsitektur (Component-Based Architecture): Kerangka kerja ini melibatkan penggunaan komponen yang dapat digunakan ulang dalam pengembangan aplikasi e-commerce. Komponen-komponen ini terdiri dari unit-unit fungsional yang dapat disusun kembali untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Pendekatan komponen berorientasi arsitektur memungkinkan skalabilitas dan fleksibilitas yang tinggi dalam pengembangan sistem e-commerce.

BACA JUGA :   how to facebook e-commerce

5. Kerangka Kerja Berorientasi Layanan Berbasis Cloud (Cloud-based Service Oriented Architecture): Kerangka kerja ini menggabungkan konsep SOA dengan teknologi cloud computing. Dalam kerangka kerja ini, layanan-layanan e-commerce dapat diakses dan digunakan melalui infrastruktur cloud yang fleksibel dan mudah dilepas pasang. Kerangka kerja ini memberikan efisiensi dan skalabilitas yang tinggi dalam pengoperasian sistem e-commerce.

Ketika merancang dan mengembangkan e-commerce, pemilihan dan penggunaan kerangka kerja arsitektur yang tepat sangat penting untuk mencapai keberhasilan dalam menghadapi tantangan teknologi dan bisnis yang terus berkembang.

Leave a Reply