kenapa disebut big data

0Shares

Big data merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan jumlah data yang sangat besar dan kompleks yang kita hadapi saat ini. Istilah “big data” muncul karena adanya transformasi dalam cara kita mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis data.

Ada beberapa alasan mengapa data ini disebut “big data.” Pertama, big data mengacu pada jumlah data yang sangat besar. Volume data yang dikumpulkan saat ini jauh lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan aksesibilitas teknologi, kemajuan perangkat penyimpanan data, dan keterjangkauan harga komputer dengan kapasitas penyimpanan yang besar.

Selain itu, big data juga merujuk pada tingkat kecepatan penyimpanan, pengumpulan, dan pemrosesan data tersebut. Kita menghasilkan dan mengumpulkan data dalam jumlah yang luar biasa cepat melalui berbagai perangkat digital seperti smartphone, sensor, kamera pengawas, dan media sosial. Hal ini menciptakan tantangan baru dalam mengelola data secara real-time dan mengambil keputusan secepat mungkin untuk mendukung bisnis atau kepentingan pengembangan teknologi lainnya.

Yang ketiga, big data juga mencerminkan keragaman dan keberagaman jenis data yang kita kelola. Kita tidak hanya mengumpulkan data terstruktur seperti database tradisional, tetapi juga data tidak terstruktur dari teks, gambar, video, suara, dan data sensor lainnya. Selain itu, big data juga mencakup data dari berbagai sumber seperti jejaring sosial, platform e-commerce, dan data dari Internet of Things (IoT).

Maka dari itu, istilah “big data” mencerminkan kompleksitas, volume, kecepatan, dan keragaman data yang kita hadapi saat ini. Tingginya volume data, kecepatan pemrosesan, dan keragaman jenis data menjadi tantangan yang harus kita atasi dengan bantuan alat dan teknologi yang bertujuan untuk menganalisis, mengelola, dan memanfaatkan data tersebut.

BACA JUGA :   is big data part of business intelligence

Leave a Reply