how to backup big data in postgresql 10

0Shares

Untuk melakukan backup big data dalam PostgreSQL 10, ada beberapa langkah yang perlu diikuti. Berikut adalah panduan singkat mengenai cara melakukan backup big data dalam PostgreSQL 10:

1. Pertama, pastikan bahwa Anda memiliki cukup ruang penyimpanan yang tersedia untuk menyimpan backup data besar yang akan dibuat. Ukuran backup dapat berlipat ganda dari ukuran data aslinya, terutama jika Anda menggunakan metode kompresi.

2. Gunakan perintah “pg_dump” untuk membuat salinan lengkap dari database PostgreSQL Anda. Perintah ini memberikan opsi yang dapat disesuaikan untuk mencakup objek database tambahan, seperti tabel, skema, dan data.

Contoh penggunaan perintah pg_dump:
“`
pg_dump -U -W -F t -f
“`
-g Andorra -W ——-> ini untuk meminta password sebelum backup
-F t ———> yg ini yang paling penting karena parameter -f berarti tempat simpan backupnya
Keterangan:

– “-U” menentukan nama pengguna yang memiliki akses ke database.
– “-W” memberikan prompt untuk memasukkan password pengguna.
– “-F t” mengatur format output ke t (tar).
– “-f” menentukan lokasi dan nama file untuk menyimpan backup.
– “” adalah nama database yang akan dibackup.

3. Pindahkan file backup ini ke tempat penyimpanan yang aman. Anda dapat menggunakan perintah “scp” atau metode lain untuk mentransfer file ke tempat penyimpanan eksternal seperti server file jarak jauh, perangkat penyimpanan jaringan (NAS), atau media penyimpanan lainnya.

4. Penting untuk mengamankan salinan backup ini dengan cara yang memadai. Anda dapat menggunakan enkripsi file, izin akses terbatas, atau teknik keamanan lainnya untuk melindungi integritas dan kerahasiaan data backup.

5. Selanjutnya, untuk memulihkan backup data jika diperlukan, gunakan perintah “pg_restore” di server tujuan. Perintah ini akan mengembalikan salinan lengkap database ke server PostgreSQL.

BACA JUGA :   kenapa big agent meminta data

Contoh penggunaan perintah pg_restore:
“`
pg_restore -U -F t -C -d
“`
Keterangan:

– “-U” menentukan nama pengguna yang memiliki akses ke database.
– “-F t” mengatur format input ke t (tar).
– “-C” membuat database baru sebelum memulihkan data.
– “-d” menentukan nama database tujuan.
– “” adalah lokasi dan nama file backup yang akan dipulihkan.

Ingatlah bahwa backup merupakan langkah penting dalam menjaga integritas data. Pastikan Anda menjalankan backup secara berkala dan menguji pemulihan data dari waktu ke waktu untuk memastikan bahwa proses backup dan pemulihan berjalan dengan semestinya.

Leave a Reply