bagaimana cara kerja animasi tradisional

0Shares

Animasi tradisional atau yang juga dikenal sebagai animasi cel atau 2D animation, merupakan teknik animasi yang telah ada sejak lama sebelum teknologi komputer dan animasi digital muncul.

Cara kerja animasi tradisional dimulai dengan membuat serangkaian gambar berbeda yang disusun secara berurutan pada sejumlah kertas atau cel (lembaran transparan), yang kemudian akan diberi warna. Setiap gambar, yang disebut frame, merepresentasikan perubahan kecil dalam gerakan obyek.

Selanjutnya, serangkaian frame tersebut akan ditempatkan di atas temporal peg bar atau peg hole yang berfungsi untuk menjaga agar setiap frame tetap dalam posisi yang benar dan tidak bergeser.

Untuk menciptakan ilusi gerakan yang halus, seorang animator akan mempertimbangkan prinsip animasi seperti timing, spacing, easing, dan squash and stretch. Prinsip-prinsip ini membantu dalam menciptakan animasi yang lebih hidup dan terasa nyata.

Setelah semua frame selesai digambar dan diberi warna, film atau gambar animasi tradisional akan direkam menggunakan kamera khusus yang disebut rostrum camera. Kamera ini memproyeksikan frame-frame yang ditempatkan di atas peg bar ke film yang sedang bergerak.

Proses pengulangan ini, frame demi frame, menciptakan efek perubahan gambar yang berurutan dan memberikan ilusi gerakan saat film tersebut diputar dengan kecepatan normal.

Dalam animasi tradisional, setiap frame harus digambar secara manual, sehingga membutuhkan waktu dan ketekunan yang tinggi. Tetapi keindahan dan kekhasan animasi tradisional membuatnya tetap menjadi salah satu bentuk animasi yang paling dihargai hingga saat ini.

BACA JUGA :   bagaimana langkah pembuatan animasi countdown pada ms powerpoint

Leave a Reply