apa yang dimaksud dengan build di e-commerce

0Shares

Dalam konteks teknologi, istilah “build” pada e-commerce merujuk pada proses pembangunan atau pengembangan platform atau sistem yang digunakan untuk menjalankan operasi bisnis online. Build di e-commerce melibatkan serangkaian langkah, mulai dari perencanaan, perancangan, pengembangan, pengujian, hingga implementasi serta penyesuaian.

Pada tahap perencanaan, dilakukan analisis kebutuhan dan tujuan bisnis untuk menjelaskan apa yang ingin dicapai dengan membangun platform e-commerce. Setelah itu, berlanjut ke tahap perancangan, di mana desain tampilan dan fungsionalitas website atau aplikasi e-commerce dibuat.

Proses pengembangan adalah langkah penting dalam build e-commerce, di mana para pengembang menggunakan bahasa pemrograman, framework, dan teknologi terbaru untuk membangun platform tersebut. Mereka biasanya melibatkan penggunaan platform e-commerce yang sudah ada, seperti WooCommerce, Magento, Shopify, atau merancang platform custom sesuai dengan kebutuhan bisnis tertentu.

Setelah selesai membangun, tahap pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa platform e-commerce berfungsi dengan baik dan tidak memiliki bug atau masalah lainnya. Pengujian mencakup keandalan sistem, keamanan data, kinerja, dan kemampuan untuk menangani beban pengguna yang tinggi.

Implementasi adalah tahap di mana platform e-commerce yang telah selesai dibangun diunggah dan siap untuk digunakan. Kemudian, penyesuaian terus dilakukan berdasarkan umpan balik dari pengguna atau analisis data untuk meningkatkan pengalaman pengguna, keamanan, dan performa e-commerce.

Secara singkat, build di e-commerce melibatkan proses dari awal hingga akhir dalam pengembangan platform atau sistem yang digunakan untuk menjalankan bisnis secara online. Proses ini kompleks dan membutuhkan pemahaman teknologi yang mendalam serta strategi kreatif untuk membangun platform e-commerce yang sukses.

BACA JUGA :   is it important to tax e commerce business

Leave a Reply