apa big data susah cair nya

0Shares

Big data memiliki karakteristik unik yang membuat proses pengolahan dan penggunaan data lebih kompleks. Inilah alasan mengapa big data sulit untuk diolah secara instan atau “susah cair”nya.

1. Jumlah data yang besar: Big data umumnya terdiri dari petabyte atau exabyte data, yang melibatkan jutaan atau miliaran entitas data. Pengolahan jumlah data sebesar ini membutuhkan infrastruktur yang kuat dan skalabilitas yang tinggi.

2. Kecepatan data masuk yang tinggi: Big data sering kali terus-menerus mengalir ke dalam sistem dari berbagai sumber, seperti sensor, perangkat mobile, media sosial, dan lain-lain. Kecepatan data masuk yang tinggi ini menambah kompleksitas dalam mengolah dan menyimpan data secara real-time.

3. Viabilitas penyimpanan data: Memiliki ruang penyimpanan yang cukup untuk menampung big data membutuhkan biaya yang signifikan. Sistem penyimpanan harus dapat menangani volume data yang luar biasa, dan sering kali memerlukan pendekatan terdistribusi atau cloud storage.

4. Keterampilan analisis dan pemodelan data: Big data membutuhkan keahlian dan pemahaman yang mendalam tentang alat dan teknik analitis terbaru. Para profesional di bidang ini harus mampu mengolah, menginterpretasikan, dan menyajikan data yang berantakan dengan cara yang bermakna dan bernilai bagi pengambilan keputusan.

5. Perlindungan data dan privasi: Big data mengandung beragam informasi yang mungkin bersifat sensitif atau rahasia. Memastikan keamanan data dalam pengolahan big data adalah tantangan lain, terutama dengan adanya regulasi privasi seperti GDPR dan undang-undang perlindungan data lainnya.

6. Kesalahan dan kualitas data: Big data sering kali mengandung kesalahan atau duplikasi data yang sulit untuk diatasi. Memperbaiki dan membersihkan data yang bermasalah adalah tantangan yang kompleks dan memakan waktu.

BACA JUGA :   kapan menggunakan big data

Kesimpulannya, big data susah cairnya karena perlu penanganan yang tepat dan kompleksitas dalam aspek penyimpanan, analisis, dan privasi data. Memerlukan infrastruktur dan keahlian yang tepat untuk bisa memanfaatkan potensi penuh dari big data.

Leave a Reply